MAKALAH
PROSES
PEMBUATAN GENTENG

Disusun
oleh:
Ø Anggit Tanjung Pradana ( 03 / 9D )
Ø Fajar pambudi ( 16 / 9D
)
DINAS
PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
KABUPATEN
SLEMAN
SMPN
2 GODEAN
2012
LEMBAR
PENGESAHAN
PROSES
PEMBUATAN GENTENG
Makalah
ini disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa
Indonesia
Tahun ajaran 2011 / 2012
Yogyakarta,………………………2012
Makalah
ini di nilai dan di bimbing Guru Bahasa Indonesia
Bekti
Ismirawati,S.Pd
NIP:19620712
198302 2003
Tugas
ini diujikan pada UAS
MOTTO
DAN PERSEMBAHAN
Motto:
1.Waktu
adalah ilmu
2.Kegagalan
adalah keberhasilan yang tertunda
3.Ilmu
adalah segalanya
4.Buku
adalah sumber ilmu
5.Ilmu
adalah bekal kelak nanti
Persembahan:
Makalah ini kami persembahkan untuk:
1.Drs.Haryanto selaku kepala sekolah SMPN 2 GODEAN.
2.Bekti Ismirawati,S.Pd. selaku pembimbing kami.
3.Rr.Amani.Sri Marhaeni,S.Pd. selaku wali kelas IX D.
4.Bapak/Ibu guru,karyawan/karyawati SMPN 2 GODEAN.
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya,sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan
baik.
Maksud
kami dalam pembuatan makalah ini adalah untuk memberi informasi mengenai
genteng,cara membuat genteng,bahan untuk membuat genteng,dan kugunaan
genteng.Pada kesempatan ini tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada:
1.Bapak
Drs.Haryanto selaku kepala SMP N2 GODEAN
2.lbu
Bekti Ismirawati,S.Pd.selaku guru Bahasa Indonesia
3.Ibu
Rr.Amani.Sri Marhaeni,S.Pd.selaku wali kelas IX D
Kritik
dan saran sangat kami harapkan dalam langkah pembuatan makalah ini.Semoga
makalah ini bermanfaat.
Penyusun
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL......................................................................................................... i
HALAMAN
PENGESAHAN......................................................................................... ii
MOTTO
DAN PERSEMBAHAN.................................................................................. iii
KATA
PENGANTAR..................................................................................................... iv
DAFTAR
ISI ................................................................................................................... v
BAB
I PENDAHULUAN................................................................................................ 1
A. Latar belakang masalah......................................................................................... 1
B.
Rumusan masalah.................................................................................................. 1
C.
Tujuan.................................................................................................................... 1
D.
Manfaat................................................................................................................. 2
E.
Metode................................................................................................................... 2
BAB
II PEMBAHASAN................................................................................................. 3
A.
Macam-Macam Genteng....................................................................................... 3
B.
Proses Pembuatan Genteng................................................................................... 6
BAB
III PENUTUP.......................................................................................................... 9
A. Kesimpulan............................................................................................................ 9
B.
Saran...................................................................................................................... 9
DAFTAR
PUSTAKA..................................................................................................... 10
LAMPIRAN................................................................................................................... 11
BAB
1
PENDAHULUAN
A.Latar belakang
Mengingat
banyaknya permintaan terhadap genteng yang berkualitas baik, maka kami akan
memberikan salah satu cara membuat genteng yang berkualitas.
Pembuatan genteng diawali dengan pengelolaan bahan mentah
berupa tanah liat. Pengambilan tanah juga harus berasaskan kelestariaan
lingkungan. Lapisan tanah paling atas adalah bunga tanah, yang tidak bisa
digunakan sebagai bahan pembuatan genteng.
Pengambilannya juga dijaga supaya tidah lebih dari 1
meter sebagai upaya terhadap pelestarian lingkungan.
B.Rumusan masalah
1.Apa saja macam-macam genteng ?
2.Bagaimana cara membuat genteng ?
C.Tujuan
1.Secara umum
Untuk mengenalkan aneka macam genteng dan
bagaimana proses pembuatannya.
2.Secara khusus
Untuk mengulas kembali dan mengenalkannya kepada Bapak/ Ibu guru di
sekolah.
D.Manfaat
1.Bagi diri sendiri
- mengetahui cara pembuatan genteng
-
mengetahui macam-macam genteng
2.Bagi orang lain
- untuk menambah pengetahuan dan wawasan.
- mengetahui proses pembuatan genteng dan bisa
untuk mempraktekannya.
E.Metode
1.membaca,
metode ini kami lakukan dengan membaca dari internet.
2.pengelompokan
data, metode yang ini dilakukan dengan mengelompokan data dari berbagai sumber.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Macam-Macam Genteng
1. Atap Sirap
Penutup
atap yang terbuat dari kepingan tipis kayu ulin (eusideroxylon zwageri) ini
umur kerjanya tergantung keadaan lingkungan, kualitas kayu besi yang digunakan,
dan besarnya sudut atap. Penutup atap jenis ini bisa bertahan antara 25 tahun
hingga selamanya. Bentuknya yang unik cocok untuk rumah rumah bergaya country
dan yang menyatu dengan alam.
2. Atap Genteng Tanah Liat Tradisional
Material ini banyak
dipergunakan pada rumah umumnya. Gentang terbuat dari tanah
liat yang dipress dan dibakar. Kekuatannya cukup. Genteng tanah liat
membutuhkan rangka untuk pemasangannya. Genteng dipasang pada atap miring.
Genteng menerapkan sistem pemasangan inter-locking atau saling mengunci dan
mengikat.
Warna dan penampilan
genteng ini akan berubah seiring waktu yang berjalan. Biasanya akan tumbuh
jamur di bagian badan genteng. Bagi sebagian orang dengan gaya rumah tertentu
mungkin ini bisa membuat tampilan tampak lebih alami, namun sebagian besar
orang tidak menyukai tampilan ini.
3. Atap Genteng Keramik
Bahan dasarnya tetap
keramik yang berasal dari tanah liat. Namun genteng ini telah mengalami proses
finishing yaitu lapisan glazur pada permukaannya. Lapisan ini dapat diberi
warna yang beragam dan melindungi genteng dari lumut. Umurnya bisa 20 – 50
tahun dapat ditanyakan ke distributor. Aplikasinya sangat cocok untuk
hunian modern di perkotaan.
4. Atap Genteng Beton
Bentuk
dan ukurannya hampir sama dengan genteng tanah tradisional, hanya bahan
dasarnya adalah campuran semen PC dan pasir kasar, kemudian diberi
lapisan tipis yang berfungsi sebagai pewarna dan kedap air. Sebenarnya
atap ini bisa bertahan hampir selamanya, tetapi lapisan pelindungnya hanya akan
bertahan antara 30 tahun hingga 40 tahun.
5. Atap Seng
Atap
ini sebenarnya dibuat dari lembaran baja tipis yang diberi lapisan zinc secara
elektrolisa. Tujuannya untuk membuatnya menjadi tahan karat. Jadi, kata seng
berasal dari bahan pelapisnya. Jenis ini akan bertahan selama lapisan zinc ini
belum hilang, yang terjadi sekitar tahun ke-30-an. Setelah itu, atap akan mulai
bocor apabila ada bagian yang terserang karat.
6. Atap Dak Beton
Atap
ini biasanya merupakan atap datar yang terbuat dari kombinasi besi dan beton.
Banyak digunakan pada rumah-rumah modern minimalis dan kontemporer.
Konstruksinya yang kuat memungkinkan untuk mempergunakan atap ini sebagai
tempat beraktifitas. Contohnya menjemur pakaian dan bercocok tanam dengan pot.
Kebocoran pada atap dak beton sering
sekali terjadi. Maka perlu pengawasan pada pengecoran dan pemakaian
waterproofing pada lapisan atsanya.
7. Atap Genteng Metal
Bentuknya
lembaran, mirip seng. Genteng ini ditaman pada balok gording rangka atap,
menggunakan sekrup. Bentuk lain berupa genteng lembaran.
Pemasangannya tidak jauh
berbeda dengan genteng tanah liat hanya ukurannya saja yang lebih besar. Ukuran
yang tersedia bervariasi, 60-120cm (lebar), dengan ketebalan 0.3mm dan panjang
antara 1.2-12m.
8. Genteng Aspal
Bahan
meterial yang satu ini dari campuran lembaran bitumen (turunan aspal) dan bahan
kimia lain. Ada dua model yang tersedia di pasar. Pertama, model datar bertumpu
pada multipleks yang menempel pada rangka. Multipelks dan rangka dikaitkan
dengan bantuan sekrup. Genteng aspal dilem ke papan. Untuk jenis kedua, model
bergelombang, ia cukup disekrup pada balok gording.
Pemakaian atap kaca semakin popular untuk
mendapatkan penerangan alami dalam rumah pada siang hari. Biasa dipakai pada
bagian rumah yang tidak mendapatkan cahaya langsung dari jendela atau sebagai
aksen yang melengkapi design sebuah rumah. Bentuknya pun bermacam macam, ada
yang berbentuk lembaran kaca atau genteng kaca sesuai kebutuhan.
9. Atap Polycarbonate
Atap ini berbentuk
lembaran yang besar sehingga dimungkinkan untuk luasan yang besar tanpa
sambungan. Keunggulan polycarbonate lebih ke kualitas material dan besarnya
daya reduksi thd radiasi matahari. Biasanya dipakai pada kanopi atau atap
tambahan.
Pemasangan polycarbonate
mudah dan cepat, namun harganya memang lebih mahal dari atap atap lainnya.
Seiring dengan semakin
berkembangnya teknologi dan bahan bangunan sekarang ini, masih banyak penutup
atap lain yang tidak dapat saya jabarkan satu persatu. Semua dapat
dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan budget yang tersedia.
B. Proses Pembuatan
Genteng
1.Tahapan Awal
Pengambilan tanah dilakukan dengan cara
menyingkirkan lapisan bunga tanah, dan tanah yang di ambil adalah tanah dibawah
bunga tanah yaitu kurang lebih kedalaman 25 cm dari permukaan tanah.
Proses selanjutnya pembersihan tanah dari
material-material pengotor seperti batu, plastik, sampah, dll.
Setelah cukup bersih tanah kemudian
diaduk dengan menmbahkan air.
2.Pengolahan
Tanah Liat
Setelah didapatkan tanah liat, proses
selanjutnya adalah penggilingan.Tujuannya adalah untuk memperoleh tanah liat
yang homogen dengan partikel-partikel yang lebih halus dan merata.
Proses penggilingan dilakukan dengan cara
memasukan tanah liat kedalam mesin penggilingan tanah atau dikenal dengan nama
molen.Pada proses ini juga ditambahkan sedikit pasir laut.Tujuan penambahannya
supaya tanah tidak terlalu lembek sehingga mempermudah proses penggilingan.
Penggilingan berlangsung pada waktu yang
singkat dengan hasil berupa tanah liat yang telah terbentuk kotak-kotak sesuai
dengan ukuran genteng yang akan dibuat.Kotak-kotak tanah liat ini biasa
dinamakan keweh.Keweh inilah yang merupakan bahan baku pembuatan genteng.
3.Pencetakan
Genteng
Pencetakan genteng dilakukan dengan cara
memasukan keweh ke dalam mesin press ulir.Sebelum dimasukan, dipipihkan dahulu
keweh dengan dipukul-pukul menggunakan kayu, yang disebut dengan
gebleg.Tujuannya untuk mendapatkan keweh yang padat dan sesuai dengan ukuran
mesin press.
Hasil dari press ini berupa genteng basah
yang belum rapi.Proses selanjutnya adalah perapihan dengan bagian tepi
diratakan dan dibersikan dari sisa-sisa tanah liat yang masih menempel dari
proses pengepresssan.
4.Pengeringan
Ada dua tahap yang dilalui dalam proses
pengeringan ini.Yang pertama adalah proses pengeringan dengan
diangin-angikan.Dengan genteng diletakan di dalam rak selama 2 hari.
Yang kedua adalah pengeringan dengan cara
menjemur secara langsung di bawah terik matahari selama kurang lebih 6 jam.
5.Proses
Pengeringan( Pembakaran )
Pengeringan berlangsung selama 2 hari
atau 48 jam.Pengeringan dilakukan dengan cara memasukkan genteng ke dalam
tungku, kemudian dipanaskan dengan menggunakan bahan bakar kayu.
Selanjutnya adalah pembakaran,
berlangsung selm 12 jam dengan suhu relatif 800oC.
6.Pengglasuran
Penglasuran dapat diartikan sebagai berikut,
Glassur berasal dari kata glass yang berarti kaca, secara harfiah dapat juga
dikatakan proses penglasuran adalah penambahan lapisan kaca pada permukaan
genteng, relatif sama dengan proses coating.
Tujuan dari proses penglasuran supaya
kenampakan genteng lebih indah dan artistik, juga menghindarkan genteng dari
lumut.
Bahan utama glasur adalah lead oksid
atau pbo dan ditambahkan matrik berupa fritz atau tepung kaca, untuk menambah kekerasan, dapak
ditambahkan sedikit kwarsa.
Bahan-bahan tersebut diaduk dengan air
sampai merata.Adonan tersebut di tuangkan kepermukaan genteng dengan ketebalan
tertentu.Diamkan beberapa saat, kemudian masukkan kedalam tungku untuk proses
pembakaran tahap 2.
7.Pembakaran
Tahap 2
Genteng yang telah di lapisi bahan glassur
segera di masukkan ke dalam tungku untuk proses pembakaran. Pembakaran tahap 1
dan 2 relatif sama, yang membedakan adalah pada proses pembakaran tahap 2 tidak
di dahului dengan penggarangan. Pembakaran tahap 2 berlangsung selama 13 jam
dengan suhu konstan 900oC.
8.
Tahapan Terakhir
Hasil dari pembakaran tahap 2 adalah
genteng glassur yang belum rapi. Finishing yang di lakukan adalah pengikiran
pada tepi genteng, yang bertujuan untuk merapikan permukaan genteng dan
pengecatan yang bertujuan untuk menutupi bagian samping genteng yang tidak
dapat tertutupi oleh lapisan glassur.
Yang terakhir adalah pengepakan, genteng
di ikat dengan striping band dengan jumlah sepuluh, selain agar rapi, juga akan
memudahkan pengangkutan genteng.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan paparan tersebut dapat
di tarik kesimpulan yaitu :
1. Ada
banyak macam – macam dan jenis genteng
2. Kita
dapat mengetahui proses pembuatan genteng
3. Sebenarnya
membuat genteng itu mudah
B. Saran
Pilihlah genteng dengan
kualitas yang baik dengan cara memperhatikan atau mengetahui bagaimana proses
pembuatannya dari awal sampai akhir.
DAFTAR
PUSTAKA
www.google.com/proses
pembuatan genteng
di akses pada tanggal 23 Januari 2012, pukul 09:23
www.google.com/macam-macam
genteng
di akses tanggal 05 Februari 2012, pukul 13:20
LAMPIRAN

Gambar 1.1 Gambar
1.2

Gambar 1.3 Gambar
1.4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar