Minggu, 04 Maret 2012

contoh makalah


MAKALAH
PROSES PEMBUATAN GENTENG

Disusun oleh:
Ø  Anggit Tanjung Pradana ( 03 / 9D )
Ø  Fajar pambudi                 ( 16 / 9D )



DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
KABUPATEN SLEMAN

SMPN 2 GODEAN
2012










LEMBAR PENGESAHAN
PROSES PEMBUATAN GENTENG


Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa
Indonesia Tahun ajaran 2011 / 2012

Yogyakarta,………………………2012
Makalah ini di nilai dan di bimbing Guru Bahasa Indonesia



Bekti Ismirawati,S.Pd
NIP:19620712 198302 2003

Tugas ini diujikan pada UAS
 Ujian Praktik Bahasa Indonesia






MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto:
            1.Waktu adalah ilmu
            2.Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda
            3.Ilmu adalah segalanya
            4.Buku adalah sumber ilmu
            5.Ilmu adalah bekal kelak nanti

Persembahan:
Makalah ini kami persembahkan untuk:
1.Drs.Haryanto selaku kepala sekolah SMPN 2 GODEAN.
2.Bekti Ismirawati,S.Pd. selaku pembimbing kami.
3.Rr.Amani.Sri Marhaeni,S.Pd. selaku wali kelas IX D.
4.Bapak/Ibu guru,karyawan/karyawati SMPN 2 GODEAN.






KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya,sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
            Maksud kami dalam pembuatan makalah ini adalah untuk memberi informasi mengenai genteng,cara membuat genteng,bahan untuk membuat genteng,dan kugunaan genteng.Pada kesempatan ini tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada:
            1.Bapak Drs.Haryanto selaku kepala SMP N2 GODEAN
            2.lbu Bekti Ismirawati,S.Pd.selaku guru Bahasa Indonesia
            3.Ibu Rr.Amani.Sri Marhaeni,S.Pd.selaku wali kelas IX D
            Kritik dan saran sangat kami harapkan dalam langkah pembuatan makalah ini.Semoga makalah ini bermanfaat.


Penyusun







DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL......................................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN......................................................................................... ii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN.................................................................................. iii
KATA PENGANTAR..................................................................................................... iv
DAFTAR ISI ................................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................ 1
 A. Latar belakang masalah......................................................................................... 1
B. Rumusan masalah.................................................................................................. 1
C. Tujuan.................................................................................................................... 1
D. Manfaat................................................................................................................. 2
E. Metode................................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN................................................................................................. 3
A. Macam-Macam Genteng....................................................................................... 3
B. Proses Pembuatan Genteng................................................................................... 6
BAB III PENUTUP.......................................................................................................... 9 
       A. Kesimpulan............................................................................................................ 9
B. Saran...................................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................... 10
LAMPIRAN................................................................................................................... 11





BAB 1
PENDAHULUAN

A.Latar belakang
Mengingat banyaknya permintaan terhadap genteng yang berkualitas baik, maka kami akan memberikan salah satu cara membuat genteng yang berkualitas.
            Pembuatan genteng diawali dengan pengelolaan bahan mentah berupa tanah liat. Pengambilan tanah juga harus berasaskan kelestariaan lingkungan. Lapisan tanah paling atas adalah bunga tanah, yang tidak bisa digunakan sebagai bahan pembuatan genteng.
            Pengambilannya juga dijaga supaya tidah lebih dari 1 meter sebagai upaya terhadap pelestarian lingkungan.
B.Rumusan masalah
            1.Apa saja macam-macam genteng ?
            2.Bagaimana cara membuat genteng ?
C.Tujuan
   1.Secara umum
      Untuk mengenalkan aneka macam genteng dan bagaimana proses pembuatannya.
   2.Secara khusus
      Untuk mengulas kembali dan  mengenalkannya kepada Bapak/ Ibu guru di sekolah.
D.Manfaat
   1.Bagi diri sendiri
     - mengetahui cara pembuatan genteng
     - mengetahui macam-macam genteng
  2.Bagi orang lain
 - untuk menambah pengetahuan dan wawasan.
 - mengetahui proses pembuatan genteng dan bisa untuk mempraktekannya.
E.Metode
1.membaca, metode ini kami lakukan dengan membaca dari internet.
2.pengelompokan data, metode yang ini dilakukan dengan mengelompokan data dari berbagai sumber.













BAB II
PEMBAHASAN

A. Macam-Macam Genteng
1. Atap Sirap
            Penutup atap yang terbuat dari kepingan tipis kayu ulin (eusideroxylon zwageri) ini umur kerjanya tergantung keadaan lingkungan, kualitas kayu besi yang digunakan, dan besarnya sudut atap. Penutup atap jenis ini bisa bertahan antara 25 tahun hingga selamanya. Bentuknya yang unik cocok untuk rumah rumah bergaya country dan yang menyatu dengan alam.

2. Atap Genteng Tanah Liat Tradisional
Material ini banyak dipergunakan pada rumah umumnya. Gentang terbuat dari    tanah liat yang dipress dan dibakar. Kekuatannya cukup. Genteng tanah liat membutuhkan rangka untuk pemasangannya. Genteng dipasang pada atap miring. Genteng menerapkan sistem pemasangan inter-locking atau saling mengunci dan mengikat.
Warna dan penampilan genteng ini akan berubah seiring waktu yang berjalan. Biasanya akan tumbuh jamur di bagian badan genteng. Bagi sebagian orang dengan gaya rumah tertentu mungkin ini bisa membuat tampilan tampak lebih alami, namun sebagian besar orang tidak menyukai tampilan ini.
3. Atap Genteng Keramik
Bahan dasarnya tetap keramik yang berasal dari tanah liat. Namun genteng ini telah mengalami proses finishing yaitu lapisan glazur pada permukaannya. Lapisan ini dapat diberi warna yang beragam dan melindungi genteng dari lumut. Umurnya bisa 20 – 50 tahun dapat ditanyakan ke distributor. Aplikasinya sangat cocok untuk hunian modern di perkotaan.

4. Atap Genteng Beton
Bentuk dan ukurannya hampir sama dengan genteng tanah tradisional, hanya bahan dasarnya adalah campuran semen PC dan pasir kasar, kemudian diberi lapisan tipis yang berfungsi sebagai pewarna dan kedap air. Sebenarnya atap ini bisa bertahan hampir selamanya, tetapi lapisan pelindungnya hanya akan bertahan antara 30 tahun hingga 40 tahun.

5. Atap Seng
Atap ini sebenarnya dibuat dari lembaran baja tipis yang diberi lapisan zinc secara elektrolisa. Tujuannya untuk membuatnya menjadi tahan karat. Jadi, kata seng berasal dari bahan pelapisnya. Jenis ini akan bertahan selama lapisan zinc ini belum hilang, yang terjadi sekitar tahun ke-30-an. Setelah itu, atap akan mulai bocor apabila ada bagian yang terserang karat.

6. Atap Dak Beton
            Atap ini biasanya merupakan atap datar yang terbuat dari kombinasi besi dan beton. Banyak digunakan pada rumah-rumah modern minimalis dan kontemporer. Konstruksinya yang kuat memungkinkan untuk mempergunakan atap ini sebagai tempat beraktifitas. Contohnya menjemur pakaian dan bercocok tanam dengan pot.
     Kebocoran pada atap dak beton sering sekali terjadi. Maka perlu pengawasan pada pengecoran dan pemakaian waterproofing pada lapisan atsanya.
7. Atap Genteng Metal
            Bentuknya lembaran, mirip seng. Genteng ini ditaman pada balok gording rangka atap, menggunakan sekrup. Bentuk lain berupa genteng lembaran.
Pemasangannya tidak jauh berbeda dengan genteng tanah liat hanya ukurannya saja yang lebih besar. Ukuran yang tersedia bervariasi, 60-120cm (lebar), dengan ketebalan 0.3mm dan panjang antara 1.2-12m.

8. Genteng Aspal
            Bahan meterial yang satu ini dari campuran lembaran bitumen (turunan aspal) dan bahan kimia lain. Ada dua model yang tersedia di pasar. Pertama, model datar bertumpu pada multipleks yang menempel pada rangka. Multipelks dan rangka dikaitkan dengan bantuan sekrup. Genteng aspal dilem ke papan. Untuk jenis kedua, model bergelombang, ia cukup disekrup pada balok gording.
             Pemakaian atap kaca semakin popular untuk mendapatkan penerangan alami dalam rumah pada siang hari. Biasa dipakai pada bagian rumah yang tidak mendapatkan cahaya langsung dari jendela atau sebagai aksen yang melengkapi design sebuah rumah. Bentuknya pun bermacam macam, ada yang berbentuk lembaran kaca atau genteng kaca sesuai kebutuhan.

9. Atap Polycarbonate
Atap ini berbentuk lembaran yang besar sehingga dimungkinkan untuk luasan yang besar tanpa sambungan. Keunggulan polycarbonate lebih ke kualitas material dan besarnya daya reduksi thd radiasi matahari. Biasanya dipakai pada kanopi atau atap tambahan.
Pemasangan polycarbonate mudah dan cepat, namun harganya memang lebih mahal dari atap atap lainnya.
Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi dan bahan bangunan sekarang ini, masih banyak penutup atap lain yang tidak dapat saya jabarkan satu persatu. Semua dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan budget yang tersedia.

B. Proses Pembuatan Genteng
1.Tahapan Awal
       Pengambilan tanah dilakukan dengan cara menyingkirkan lapisan bunga tanah, dan tanah yang di ambil adalah tanah dibawah bunga tanah yaitu kurang lebih kedalaman 25 cm dari permukaan tanah.
       Proses selanjutnya pembersihan tanah dari material-material pengotor seperti batu, plastik, sampah, dll.
       Setelah cukup bersih tanah kemudian diaduk dengan menmbahkan air.
2.Pengolahan Tanah Liat
       Setelah didapatkan tanah liat, proses selanjutnya adalah penggilingan.Tujuannya adalah untuk memperoleh tanah liat yang homogen dengan partikel-partikel yang lebih halus dan merata.
       Proses penggilingan dilakukan dengan cara memasukan tanah liat kedalam mesin penggilingan tanah atau dikenal dengan nama molen.Pada proses ini juga ditambahkan sedikit pasir laut.Tujuan penambahannya supaya tanah tidak terlalu lembek sehingga mempermudah proses penggilingan.
       Penggilingan berlangsung pada waktu yang singkat dengan hasil berupa tanah liat yang telah terbentuk kotak-kotak sesuai dengan ukuran genteng yang akan dibuat.Kotak-kotak tanah liat ini biasa dinamakan keweh.Keweh inilah yang merupakan bahan baku pembuatan genteng.
3.Pencetakan Genteng
       Pencetakan genteng dilakukan dengan cara memasukan keweh ke dalam mesin press ulir.Sebelum dimasukan, dipipihkan dahulu keweh dengan dipukul-pukul menggunakan kayu, yang disebut dengan gebleg.Tujuannya untuk mendapatkan keweh yang padat dan sesuai dengan ukuran mesin press.
       Hasil dari press ini berupa genteng basah yang belum rapi.Proses selanjutnya adalah perapihan dengan bagian tepi diratakan dan dibersikan dari sisa-sisa tanah liat yang masih menempel dari proses pengepresssan.
4.Pengeringan
       Ada dua tahap yang dilalui dalam proses pengeringan ini.Yang pertama adalah proses pengeringan dengan diangin-angikan.Dengan genteng diletakan di dalam rak selama 2 hari.
       Yang kedua adalah pengeringan dengan cara menjemur secara langsung di bawah terik matahari selama kurang lebih 6 jam.
5.Proses Pengeringan( Pembakaran )
       Pengeringan berlangsung selama 2 hari atau 48 jam.Pengeringan dilakukan dengan cara memasukkan genteng ke dalam tungku, kemudian dipanaskan dengan menggunakan bahan bakar kayu.
       Selanjutnya adalah pembakaran, berlangsung selm 12 jam dengan suhu relatif 800oC.
6.Pengglasuran
       Penglasuran dapat diartikan sebagai berikut, Glassur berasal dari kata glass yang berarti kaca, secara harfiah dapat juga dikatakan proses penglasuran adalah penambahan lapisan kaca pada permukaan genteng, relatif sama dengan proses coating.
       Tujuan dari proses penglasuran supaya kenampakan genteng lebih indah dan artistik, juga menghindarkan genteng dari lumut.
       Bahan utama glasur adalah lead oksid  atau pbo dan ditambahkan matrik berupa fritz atau tepung kaca, untuk menambah kekerasan, dapak ditambahkan sedikit kwarsa.
       Bahan-bahan tersebut diaduk dengan air sampai merata.Adonan tersebut di tuangkan kepermukaan genteng dengan ketebalan tertentu.Diamkan beberapa saat, kemudian masukkan kedalam tungku untuk proses pembakaran tahap 2.
7.Pembakaran Tahap 2
       Genteng yang telah di lapisi bahan glassur segera di masukkan ke dalam tungku untuk proses pembakaran. Pembakaran tahap 1 dan 2 relatif sama, yang membedakan adalah pada proses pembakaran tahap 2 tidak di dahului dengan penggarangan. Pembakaran tahap 2 berlangsung selama 13 jam dengan suhu konstan 900oC.
8. Tahapan Terakhir
       Hasil dari pembakaran tahap 2 adalah genteng glassur yang belum rapi. Finishing yang di lakukan adalah pengikiran pada tepi genteng, yang bertujuan untuk merapikan permukaan genteng dan pengecatan yang bertujuan untuk menutupi bagian samping genteng yang tidak dapat tertutupi oleh lapisan glassur.
       Yang terakhir adalah pengepakan, genteng di ikat dengan striping band dengan jumlah sepuluh, selain agar rapi, juga akan memudahkan pengangkutan genteng.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan paparan tersebut dapat di tarik kesimpulan yaitu :
1.      Ada banyak macam – macam dan jenis genteng
2.      Kita dapat mengetahui proses pembuatan genteng
3.      Sebenarnya membuat genteng itu mudah

B.     Saran
Pilihlah genteng dengan kualitas yang baik dengan cara memperhatikan atau mengetahui bagaimana proses pembuatannya dari awal sampai akhir.












DAFTAR PUSTAKA

www.google.com/proses pembuatan genteng
di akses pada tanggal 23 Januari 2012, pukul 09:23
di akses tanggal 05 Februari 2012, pukul 13:20

















LAMPIRAN


              
            Gambar 1.1                                                     Gambar 1.2


            
            Gambar 1.3                                                     Gambar 1.4


Tidak ada komentar:

Posting Komentar